Khutbah Idulfitri 1447 H di Masjid Kampung Amanah Makassar, Ajak Jamaah Membuka Hati dan Menata Hidup Lebih Baik

Makassar-mitramediasiber.com-Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Kampung Amanah, kawasan Hertasning, Makassar. Pada momentum hari kemenangan umat Islam tersebut, khutbah Idulfitri disampaikan oleh Syarifuddin Liwang dengan tema “Membuka Hati dan Menata Hidup untuk Lebih Baik.”

Dalam khutbahnya, Syarifuddin Liwang menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan seremonial, mengenakan pakaian baru, ataupun menikmati hidangan bersama keluarga, tetapi merupakan momentum spiritual untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, dan kembali kepada fitrah. Sabtu, 21 Maret , 2026.

“Idulfitri adalah saat terbaik untuk membuka hati yang selama ini mungkin tertutup oleh kesombongan, ego, dan kelalaian. Keagungan Allah jangan hanya berhenti di lisan, tetapi harus benar-benar meresap dalam hati dan tercermin dalam perilaku sehari-hari,” ujarnya di hadapan jamaah.

Dalam khutbah pertama, khatib mengingatkan bahwa hati merupakan pusat dari seluruh amal perbuatan manusia. Menurutnya, bila hati bersih maka seluruh tindakan akan ikut menjadi baik, namun jika hati tertutup maka manusia mudah terjebak dalam kesalahan dan sulit menerima kebenaran.

Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Muhammad ayat 24 tentang hati yang terkunci, sebagai pengingat bahwa manusia harus terus melakukan introspeksi diri.

Selain itu, jamaah diajak memahami tiga kunci utama dalam membuka hati dan memperbaiki kehidupan, yaitu kejujuran pada diri sendiri, melepaskan gengsi untuk meminta maaf, serta memiliki tekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama setelah Ramadan.

“Sering kali manusia menunda berubah, menunda meminta maaf, bahkan menunda ibadah karena merasa masih ada waktu. Padahal hidup tidak pernah memberi kesempatan kedua untuk waktu yang telah berlalu,” tutur Syarifuddin Liwang.

Dalam bagian khutbah yang menyentuh, ia juga mengingatkan tentang banyaknya penyesalan manusia di akhir kehidupan akibat terlalu lama menunda perbaikan diri. Kata andai’, menurutnya, sering muncul ketika seseorang telah kehilangan kesempatan.

Khutbah kedua ditutup dengan ajakan agar semangat Ramadan tetap dijaga dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga lisan, memperbaiki akhlak, memperbanyak amal saleh, dan menjaga istiqamah dalam ketaatan.

“Kalau hari ini kita masih diberi kesempatan hidup, masih bisa hadir dalam salat Idulfitri, maka itu adalah nikmat besar dari Allah untuk memperbaiki diri sebelum datang penyesalan,” pesannya.

Pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Kampung Amanah berlangsung tertib, aman, dan penuh kekeluargaan. Jamaah tampak mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk hingga akhir khutbah.

Khutbah ini menjadi pengingat bahwa Idulfitri sejatinya bukan hanya hari kemenangan, tetapi awal baru untuk menata hidup menjadi lebih baik, lebih bersih, dan lebih dekat kepada Allah.(*).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses