*Perlu Perhatian Pemkot Makassar.


Makassar-mitramediasiber.com-Terinspirasi mendirikan Sekolah Pesisir Paotere khususnya kegiatan Belajar (Pendidikan) Kota Makassar, karena merasa terpanggil karena melihat anak – anak putus sekolah tersebut tidak memanfaat waktunya dengan baik” ucap Ibu Nurung,S .Pd pada mitramedia
dikediaman-nya di Jalan Sebutung No 61 Makassar,” Senin, 9 Januari 2026 .
Menurut wanita yang ramah ini, awalnya yang mengikuti proses belajar di Sekolah Pesisir Paotere tersebut yaitu anak – anak putus sekolah, seiring dengan berjalananya waktu dan proses belajar berjalan dengan baik , maka anak anak yang tidak putus sekolah juga ikut tertarik dan bergabung karena metode pembelajar yang kami berikan yakni belajar sambil bermain ,” Ucap Ibu Nurung .
Menjawab pertanyaan, menurut ibu Nurung yang ramah ini, menuturkan bahwa awal kami mengajar yakni hanya kami berdua yaitu saya dan Ibu Rahmatia,”akunya.
Seiring dengan berjalan-nya proses belajar mengajar kegiatan di Sekolah Pesisir tersebut, ada beberapa kelompok Mahasiswa yang datang membantu mengajar.
Menurut Ibu Nurung , mahasiswa tersebut tahu tentang adanya kegiatan proses belajar disini yaitu mereka tahu lewat Istagram,” ujarnya lagi.
Sedangkan mahasiswa yang membantu mengajar disekolah tersebut , tak ada biaya sepeserpun yang kami berikan kepada mereka dan yang kami dapatkan , semuanya hanya karena keikhlasan hati.”tuturnya lagi
Ketika ditanya , dimana tempat pelaksana proses kegiatan belajar , menurut Ibu Nurung bahwa untuk sementara ini , kami belajar di rumah adat milik PT Pelindo , kadang ditanggul pelabuhan dan kadang juga di depan warkop yang berada dalam Kawasan Pelabuhan Paotere ,” ucap Ibu Nurung .
Menurutnya lagi, bahwa anak – anak tersebut awalnya susah diatur, namun perlahan, mereka mau mengerti dan mau mendengar dan akhirnya betah mau bersekolah dan akhirnya juga mereka bertanya , Ibu !! kapan sekolah lagi ? Itulah segelintir pertanyaan siswa yang rindu ingin belajar sambil bermain di Sekolah Pesisir Paotere kota Makassar .
Mendengar hal itu , Ibu yang ramah tersebut menjawab , bahwa sekolah ini proses belajarnya hanya Hari Sabtu dan Hari Minggu karena disebabkan kurangnya tenaga pengajar.
Lanjutnya, elain itu kami juga punya pekerjaan lain dan hasil yang kami peroleh dari pekerjaan kami , ada yang kami sisipkan untuk berbagi di Sekolah Pesisir Paotere tersebut karena kami tidak memungut biaya sepeserpun dari murid – murid yang kami cintai.
Oleh karena itu , besar harapan dari Ibu Nurung dan Ibu Rahamatia yaitu hanya bisa berharap kepada pemerintah kiranya dapat membantu mereka berupa sarana dan prasarana ,”tutupnya.#frans.
