Dr. H Nurdin Manurung* CERAMAH RAMADHAN ; Al-Qur’an Pedoman Hidup dalam Bingkai Panca Cinta

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Al-Qur’an adalah pedoman hidup. Dari Al-Qur’an lahirlah nilai-nilai cinta yang membimbing manusia. Nilai itu terangkum dalam Panca Cinta.

  1. Hubbullah wa Hubbur Rasul (Cinta kepada Allah dan Rasul)
    Al-Qur’an mengajarkan kita untuk mencintai Allah dan mengikuti Rasul-Nya. Allah berfirman:
    قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
    Cinta kepada Allah dibuktikan dengan ketaatan, dan cinta kepada Rasul dibuktikan dengan mengikuti sunnahnya.
    Jika Al-Qur’an menjadi pedoman, maka cinta kita kepada Allah dan Rasul bukan sekadar ucapan, tetapi menjadi jalan hidup.
  2. Hubbُl ‘Ilmi (Cinta Ilmu)
    Wahyu pertama yang turun adalah:
    اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
    Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama ilmu. Al-Qur’an mendorong umatnya untuk belajar, berpikir, dan mencari kebenaran.
    Cinta ilmu menjadikan kita umat yang cerdas, bijak, dan berakhlak.
  3. Hubbun Nafs wa Hubbun Nās (Cinta Diri dan Sesama Manusia)
    Al-Qur’an mengajarkan keseimbangan: menjaga diri dari keburukan sekaligus berbuat baik kepada orang lain.
    Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
    Puasa di bulan Ramadhan melatih kita merasakan penderitaan orang lain dan menumbuhkan empati sosial.
  4. Cinta Lingkungan
    Al-Qur’an melarang manusia berbuat kerusakan di bumi:
    وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
    Artinya: “Janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”
    Menjaga kebersihan, merawat alam, tidak merusak lingkungan adalah bagian dari keimanan dan wujud pengamalan Al-Qur’an.
  5. Hubbul Wathan (Cinta Tanah Air)
    Cinta tanah air adalah bagian dari tanggung jawab sebagai hamba Allah. Kita menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan membangun negeri dengan akhlak Qur’ani.
    Al-Qur’an mengajarkan persaudaraan dan keadilan sebagai dasar kehidupan berbangsa.
    Hadirin yang dimuliakan Allah,
    Jika Panca Cinta ini kita tanamkan, maka Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup. Ia membimbing hubungan kita dengan Allah, dengan diri sendiri, dengan sesama, dengan alam, dan dengan tanah air.
    Semoga Ramadhan ini menumbuhkan cinta yang benar dalam hati kita.
    Sebagai penutup, mari kita berdoa:
    اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ نُوْرًا فِي قُلُوْبِنَا، وَهُدًى فِي حَيَاتِنَا، وَسَبَبًا لِفَلَاحِنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
    وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Taborong Permai, 19 Pebruari 1447 H/2026 M
Pengawas Madrasah Kemenag Kota Makassar

CERAMAH RAMADHAN ; Al-Qur’an Pedoman Hidup dalam Bingkai Panca Cinta
Dr. H. Nurdin Manurung

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Al-Qur’an adalah pedoman hidup. Dari Al-Qur’an lahirlah nilai-nilai cinta yang membimbing manusia. Nilai itu terangkum dalam Panca Cinta.

  1. Hubbullah wa Hubbur Rasul (Cinta kepada Allah dan Rasul)
    Al-Qur’an mengajarkan kita untuk mencintai Allah dan mengikuti Rasul-Nya. Allah berfirman:
    قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
    Cinta kepada Allah dibuktikan dengan ketaatan, dan cinta kepada Rasul dibuktikan dengan mengikuti sunnahnya.
    Jika Al-Qur’an menjadi pedoman, maka cinta kita kepada Allah dan Rasul bukan sekadar ucapan, tetapi menjadi jalan hidup.
  2. Hubbُl ‘Ilmi (Cinta Ilmu)
    Wahyu pertama yang turun adalah:
    اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
    Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama ilmu. Al-Qur’an mendorong umatnya untuk belajar, berpikir, dan mencari kebenaran.
    Cinta ilmu menjadikan kita umat yang cerdas, bijak, dan berakhlak.
  3. Hubbun Nafs wa Hubbun Nās (Cinta Diri dan Sesama Manusia)
    Al-Qur’an mengajarkan keseimbangan: menjaga diri dari keburukan sekaligus berbuat baik kepada orang lain.
    Rasulullah ﷺ bersabda bahwa tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
    Puasa di bulan Ramadhan melatih kita merasakan penderitaan orang lain dan menumbuhkan empati sosial.
  4. Cinta Lingkungan
    Al-Qur’an melarang manusia berbuat kerusakan di bumi:
    وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
    Artinya: “Janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”
    Menjaga kebersihan, merawat alam, tidak merusak lingkungan adalah bagian dari keimanan dan wujud pengamalan Al-Qur’an.
  5. Hubbul Wathan (Cinta Tanah Air)
    Cinta tanah air adalah bagian dari tanggung jawab sebagai hamba Allah. Kita menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan membangun negeri dengan akhlak Qur’ani.
    Al-Qur’an mengajarkan persaudaraan dan keadilan sebagai dasar kehidupan berbangsa.
    Hadirin yang dimuliakan Allah,
    Jika Panca Cinta ini kita tanamkan, maka Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup. Ia membimbing hubungan kita dengan Allah, dengan diri sendiri, dengan sesama, dengan alam, dan dengan tanah air.
    Semoga Ramadhan ini menumbuhkan cinta yang benar dalam hati kita.
    Sebagai penutup, mari kita berdoa:
    اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ نُوْرًا فِي قُلُوْبِنَا، وَهُدًى فِي حَيَاتِنَا، وَسَبَبًا لِفَلَاحِنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
    وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Taborong Permai, 19 Pebruari 1447 H/2026 M
*Pengawas Madrasah Kemenag Kota Makassar.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses