*Dr. H. Nurdin Manurung; “Mensyukuri Perjumpaan Dengan Ramadhan”

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, segala puji bagi Allah ﷻ yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan sehingga kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Pertemuan kita dengan Ramadhan bukanlah sesuatu yang biasa.

Betapa banyak orang yang tahun lalu bersama kita, namun tahun ini tidak lagi diberi kesempatan menikmati Ramadhan. Maka perjumpaan ini adalah nikmat besar yang wajib kita syukuri.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ramadhan adalah Nikmat dan Anugerah
Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan betapa istimewanya Ramadhan. Maka siapa yang dipertemukan dengan Ramadhan sejatinya sedang mendapatkan kesempatan emas untuk memperbaiki diri.
Cara Mensyukuri Perjumpaan Dengan Ramadhan.

a. Bersyukur Dengan Hati
Meyakini bahwa Ramadhan adalah rahmat dari Allah. Tidak semua orang diberi umur panjang untuk sampai kepadanya.
Allah berfirman:
وَلَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)

b. Bersyukur Dengan Lisan
Mengucapkan hamdalah, memperbanyak doa agar diberi kekuatan menjalani ibadah Ramadhan.
Doa para sahabat ketika datang Ramadhan:
“Ya Allah, sampaikanlah kami kepada Ramadhan.”

c. Bersyukur Dengan Perbuatan
Mengisi Ramadhan dengan ibadah terbaik:
• Puasa dengan penuh keimanan
• Shalat Tarawih
• Membaca Al-Qur’an
• Bersedekah
• Memperbanyak istighfar
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ramadhan Bulan Al-Qur’an
Allah ﷻ berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Maka bentuk syukur kita adalah memperbanyak tilawah dan mentadabburi Al-Qur’an. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa kedekatan kita dengan kitabullah.

Jangan Sia-siakan Kesempatan
Rasulullah ﷺ bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
“Sungguh merugi seseorang yang mendapati Ramadhan lalu Ramadhan berlalu sebelum ia diampuni.”
(HR. Tirmidzi)
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Ramadhan bisa jadi adalah Ramadhan terakhir bagi kita. Maka jangan kita lalui dengan kelalaian, kemalasan, atau sekadar rutinitas tanpa makna.

Marilah kita jadikan Ramadhan sebagai:
• Momentum taubat
• Momentum perubahan
• Momentum memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama
Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Taborong Permai 18 Pebruari 1447 H /2026 M.

*Uztas dan Pegawai Kementerian Agama Sulsel

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses